Latest Products
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Sepeda Tua

Sepeda Tua


Cerpen: Lelaki Rumput

Dua orang anak kecil berdiri di samping sepeda tua. satu orang naik ke atas jok, kakinya yang pendek berusaha mencapai pedal, satu orang lagi memeganginya agar tidak jatuh. Pagi masih tersaput kabut, gerimis turun. kedua bocah itu bermain di dalam rumah. Dari arah dapur terdengar suara mak Lenti, nenek mereka.

"Hati-hati jangan sampai si jenderal jatuh! Abah bisa marah kalau si jenderal rusak, bermainnya disini saja sama emak!" Rerumputan basah. Berembun. Sepasang kaki berjalan diatas rumput pekarangan. Dua orang anak kecil berlari begitu melihat kakek mereka masuk kerumah, seorang dari mereka tanpa sengaja menyenggol badan sepeda hingga jatuh. Suaranya gaduh membelah pagi beku.
"Emak bilang apa! Hati - hati kalau main di dekat si jendral, kalau abah tahu si jendral jatuh, kalian bisa bisa dimarahi!" Mak Lenti yang tengah sibuk membakar singkong di perapian melangkah menuju kamar. Disana ia dapati suaminya, Mbah Soleh tengah membenarkan letak sepeda tua kesayangan.
"Sudah pulang dari mesjid Mbah? Mak sudah bilang pada anak-anak agar jangan main di dekat si jendral".

Cerpen: Lelaki Rumput

Dua orang anak kecil berdiri di samping sepeda tua. satu orang naik ke atas jok, kakinya yang pendek berusaha mencapai pedal, satu orang lagi memeganginya agar tidak jatuh. Pagi masih tersaput kabut, gerimis turun. kedua bocah itu bermain di dalam rumah. Dari arah dapur terdengar suara mak Lenti, nenek mereka.

"Hati-hati jangan sampai si jenderal jatuh! Abah bisa marah kalau si jenderal rusak, bermainnya disini saja sama emak!" Rerumputan basah. Berembun. Sepasang kaki berjalan diatas rumput pekarangan. Dua orang anak kecil berlari begitu melihat kakek mereka masuk kerumah, seorang dari mereka tanpa sengaja menyenggol badan sepeda hingga jatuh. Suaranya gaduh membelah pagi beku.
"Emak bilang apa! Hati - hati kalau main di dekat si jendral, kalau abah tahu si jendral jatuh, kalian bisa bisa dimarahi!" Mak Lenti yang tengah sibuk membakar singkong di perapian melangkah menuju kamar. Disana ia dapati suaminya, Mbah Soleh tengah membenarkan letak sepeda tua kesayangan.
"Sudah pulang dari mesjid Mbah? Mak sudah bilang pada anak-anak agar jangan main di dekat si jendral".
Sepeda Tua
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgz-y0hn3jhjHX-45e5Vy0zVurlfsxMgeW3eLr8v8-UxwcTWJxq_Gm7HsMaKa3SP5W7L8MJc5gLRjBHBJJvO7l7ZU3vIu8HtUfDhrHzjluf7NrOUSW0sEneRXtjHSoM8jDdWClA6TQ5/s72-c/0747142p.jpg
View detail
BAGI ANDA YANG MINAT DENGAN BARANG ANTIQ SILAHKAN CALL/SMS KE >>> 081392065252
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ANTIQUE DOT COM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger